SDN Bojong Rawalumbu X Lahirkan Pendekar Cilik Seni Beladiri Pencak Silat

By Renprog 11 Okt 2017, 10:35:07 WIB Umum
SDN Bojong Rawalumbu X Lahirkan Pendekar Cilik Seni Beladiri Pencak Silat

BEKASI, Disdik - Pihak SDN Bojong Rawalumbu X Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, semakin memperkaya kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul) untuk mengembangkan bakat dan keterampilan murid didik di luar jam pelajaran sekolah. Salah satunya dengan kegiatan Seni Beladiri Pencak Silat Kota Bekasi yang sudah berlangsung selama satu tahun.

Seni beladiri pencat silat ini ternyata sangat diminati para murid didik di SDN Bojong Rawalumbu X. Buktinya, sebanyak 163 anak murid tercatat menjadi peserta kegiatan ekskul yang berlatih setiap Sabtu di halaman sekolah ini. Bahkan 51 peserta sudah menjalani kenaikan tingkat dari sabuk putih ke sabuk kuning, setelah menjalani ujian kenaikan tingkat yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (7/10) dan Minggu (8/10).

Menurut Kepala SDN Bojong Rawalumbu X, Karju, kegiatan ekskul seni beladiri pencak silat ini dimulai sejak 7 Oktober 2016. "Ternyata kegiatan ini sangat diminati para murid didik, bahkan murid-murid didik yang sudah ikut ekskul yang lain tetap ingin bergabung latihan seni beladiri pencak silat yang kami laksanakan rutin di halaman sekolah," paparnya.

Karju menjelaskan latihan pencak silat mengutamakan seni olah tubuh tanpa mengedepankan unsur kekuatan tenaga. "Kami utamakan dulu unsur keseniannya mengingat usia para pesertanya, sebatas gerakan-gerakan tubuh untuk membela diri tahap pemula," katanya.

Dengan berlatih seni beladiri pencak silat, Karju berharap para pendekar cilik yang dimiliki sekolahnya ini memiliki jiwa disiplin dan bertanggungjawab yang tinggi. "Yang terpenting, para murid semakin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi," imbuh dia.

Lebih lanjut Karju mengungkapkan keinginannya untuk melestarikan seni dan budaya asli Bekasi agar tidak punah terkikis gaya hidup moderen. "Pencak silat inikan termasuk kesenian asli Betawi, dan Kota Bekasi identik dengan kesenian dan kebudayaan Betawi," ulasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar